Bookmark Us

 

Main Menu

Home
Contact Us
We have 3 guests online

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday6
mod_vvisit_counterYesterday37
mod_vvisit_counterThis week117
mod_vvisit_counterThis month353
mod_vvisit_counterAll27539
Since 24 July 2008

Advertisement

Bandung Shopping Centre
suplemen kesehatan
contact.jpg, 1 kB
Tips dan Trik Menghemat BBM
Tips dan Trik Menghemat BBM
 
Boros tidaknya pemakaian BBM juga tergantung dari gaya mengemudi, selain faktor teknis mekanis tentunya.
Berikut beberapa tips dan trik yang perlu diperhatikan dan dilakukan untuk menghemat BBM :
 
1. Jangan Menghentak.
Injakan harus stabil dan bertahap. Kalau pedal gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang akan dihisap ke ruang bakar juga semakin banyak. Sementara, pada saat itu putaran mesin masih rendah. Akibatnya tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Ini yang disebut dengan pemborosan. Karena, bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi ikut terbuang lewat knalpot.
 
2. Kenali RPM Mesin.
Salah satu cara membuat konsumsi BBM yang efisien adalah melakukan pergantian gigi (transmisi) yang tepat, yaitu pada saat mesin mencapai torsi maksimum (momen maksimum).
Pemindahan gigi ketika mobil tengah membutuhkan torsi (daya dorong) yang besar, sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum) masing-masing mobil (biasanya dalam satuan kgm/rpm). Sementara, apabila kendaraan sudah bergerak (di mana daya dorong tidak diperlukan), paling efisien bila melaju dengan RPM di antara 2.500 s/d 3.500 dan dengan gigi tertinggi.
Data teknis pada manual book tertulis torque maximum: 200Nm/3750rpm. Ini berarti momen tertinggi sebesar 200Nm terjadi pada saat mesin berputar sebanyak 3750 per menit.
Pada contoh ini, berarti sebaiknya kita melakukan perpindahan gigi ketika rpm menunjukkan kisaran angka 3750. Angka RPM dapat dilihat di tachometer yang berada pada dashboard mobil.
Angka RPM di tachometer amat penting diperhatikan. Untuk mengefektifkan konsumsi BBM, saat melaju di jalan pertahankanlah putaran mesin pada kisaran torsi maksimum tersebut. Karena, pada saat itulah suplai BBM sangat sesuai dengan output yang dihasilkan mesin.
Satu kebiasaan yang seringkali dilupakan pengendara adalah: tidak segera menyesuaikan gigi persneling setelah penurunan kecepatan (deselerasi). Setelah berlari kencang lalu tiba-tiba mengerem mendadak, sebaiknya juga mengoper gigi perseneling ke posisi lebih rendah.
 
3. Ukur HC dan CO.
Boros atau tidaknya konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan / kerusakan bisa menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna.
Untuk mendeteksinya, periksa emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna (banyak bahan bakar terbuang percuma).
 
4. Beban dan Penggerak.
Faktor lain yang menentukan konsumsi bahan bakar adalah beban dan penggerak (pendorong kendaraan). Semakin berat beban yang harus diangkut, konsumsinya juga akan semakin besar. Yang dimaksud penggerak di antaranya: kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda.
Bila komponen-komponen ini aus atau rusak, akan menyebabkan hilangnya tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil mejalu. Sementara, konsumsi bahan bakarnya tetap besar. Terkait dengan roda, penggunaan ban dan velg besar, termasuk juga faktor yang mempengaruhi konsumsi BBM.
 
 
Berikut, tips lain yang patut diperhatikan:
 
1.     Panaskan mesin secukupnya, 30-45 detik sudah lebih dari cukup.
2.     Dari keadaan stop, tekan gas dengan halus, maksimal ¼ pedal.
3.     Maintain RPM rendah dengan memindahkan ke gigi yang lebih tinggi.
4.     Manfaatkan laju kendaraan dan tekan gas lebih sedikit.
5.     Maintain kecepatan yang stabil. Gunakan cruise control bila memungkinkan.
6.     Saat meluncur atau menurun, persneling jangan diposisikan pada neutral. Efek engine
       brake terbukti lebih menghemat BBM daripada stasioner.
7.     70-90 km/jam adalah kecepatan yang paling ekonomis untuk di jalan tol. Kurang atau lebih
      dari ini akan mengurangi efisiensi per kilometer yang Anda tempuh.
8.     Gunakan A/C seperlunya. Matikan A/C beberapa menit sebelum Anda sampai tujuan.
9.     Pada waktu macet, Anda dapat menghemat BBM dengan mematikan mesin apabila
      berhenti lebih dari 2 menit.
10.   Ketika jalanan macet, saat ke luar kota, sebaiknya berhenti dulu. Berganti aktivitas lain 
        seperti istirahat, makan, ke kamar kecil, atau mengisi BBM hingga kemacetan terurai.
11.   Tutup jendela waktu mobil berjalan dan hemat BBM 10%, jendela yang terbuka akan
        memperbesar tahanan angin.
12.   Isi BBM pada pagi atau malam hari. BBM akan lebih padat pada suhu yang lebih sejuk dan
        meteran di pom bensin hanya menghitung volume, bukan kepadatan BBM.
13.   Hindari pengisian hingga luber dan pastikan tutup bensin hingga rapat.
14.   Hindari memainkan gas yang tidak perlu.
15.   Gunakan jalan yang lebih halus, jalan kasar yang banyak kerikil membutuhkan BBM 30%
        lebih boros.
16.   Jaga tekanan ban yang maksimal sesuai ketentuan mobil Anda dan hemat BBM sampai
        dengan 15%.
17.   Perawatan dan tune-up rutin akan menjaga mobil yang ekonomis. Spark plug yang sudah
        jelek dapat memboroskan BBM sebanyak 30%.
18.   Keluarkan barang berat yang tidak perlu dari mobil Anda. Mobil lebih ringan akan hemat
        BBM.
19.   Carilah rute / jalan alternatif yang tidak macet, agak jauh sedikit asal lancar tetap lebih
        irit.
20.   Bersihkan saringan udara (bisa dilakukan sendiri) per 2.500 km atau tergantung kondisi.
21.   Saat meluncur atau menurun, persneling jangan diposisikan pada neutral. Efek engine
        brake terbukti lebih menghemat BBM daripada stasioner.
22.   Minta bengkel melakukan setting timing yang tepat sesuai dengan jenis bahan bakar yang
        dipakai. Titik pengapian terlalu maju atau mundur mengakibatkan boros BBM.
23.   Mengemudilah dengan smooth. Kurangi frekwensi pengereman. Saat menghadapi lampu
        merah tidak perlu menggeber gas, biarkan mobil meluncur kerena harus berhenti. Kurangi
        frekwensi nggeber gas lalu mengerem. Tindakan ini merupakan langkah pembuangan
        energi yang sia-sia.
24.   Tekanan ban di angka 32-34 psi (sedikit diatas rekomendasi pabrik).
 
 FuelXplode HHO Electrolyzer
 
© 2007-2011 FuelXplode.com
Komplek Taman Rahayu III Blok B 5 No. 41
Bandung - 40214, Jawa Barat, Indonesia
Telp: (022) 9110 1505 ; Mobile: 0818-222-120