Boros tidaknya
pemakaian BBM juga tergantung dari gaya mengemudi, selain faktor teknis mekanis
tentunya.
Berikut
beberapa tips dan trik yang perlu diperhatikan
dan dilakukan untuk menghematBBM :
1. Jangan
Menghentak.
Injakan harus
stabil dan bertahap. Kalau pedal gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan
bakar yang akan dihisap ke ruang bakar juga semakin banyak. Sementara, pada
saat itu putaran mesin masih rendah. Akibatnya tidak semua bahan bakar yang
masuk ke ruang mesin terbakar. Ini yang disebut dengan pemborosan. Karena,
bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, tetapi ikut terbuang
lewat knalpot.
2. Kenali RPM
Mesin.
Salah satu cara
membuat konsumsi BBM yang efisien adalah melakukan pergantian gigi (transmisi)
yang tepat, yaitu pada saat mesin mencapai torsi maksimum (momen maksimum).
Pemindahan gigi
ketika mobil tengah membutuhkan torsi (daya dorong) yang besar, sebaiknya
dilakukan dengan memperhatikan keterangan mengenai moment maximum (torsi
maximum) masing-masing mobil (biasanya dalam satuan kgm/rpm). Sementara,
apabila kendaraan sudah bergerak (di mana daya dorong tidak diperlukan), paling
efisien bila melaju dengan RPM di antara 2.500 s/d 3.500 dan dengan gigi
tertinggi.
Data teknis pada manual book tertulis
torque maximum: 200Nm/3750rpm. Ini berarti momen tertinggi sebesar 200Nm
terjadi pada saat mesin berputar sebanyak 3750 per menit.
Pada contoh
ini, berarti sebaiknya kita melakukan perpindahan gigi ketika rpm menunjukkan
kisaran angka 3750. Angka RPM dapat dilihat di tachometer yang berada pada
dashboard mobil.
Angka RPM di tachometer
amat penting diperhatikan. Untuk mengefektifkan konsumsi BBM, saat melaju di
jalan pertahankanlah putaran mesin pada kisaran torsi maksimum tersebut.
Karena, pada saat itulah suplai BBM sangat sesuai dengan output yang dihasilkan
mesin.
Satu kebiasaan
yang seringkali dilupakan pengendara adalah: tidak segera menyesuaikan gigi
persneling setelah penurunan kecepatan (deselerasi). Setelah
berlari kencang lalu tiba-tiba mengerem mendadak, sebaiknya juga mengoper gigi
perseneling ke posisi lebih rendah.
3. Ukur HC dan
CO.
Boros atau
tidaknya konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh komponen-komponen mesin.
Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan / kerusakan bisa menyebabkan
proses pembakaran tidak sempurna.
Untuk
mendeteksinya, periksa emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan
nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda
pembakaran di ruang bakar tidak sempurna (banyak bahan bakar terbuang percuma).
4. Beban dan
Penggerak.
Faktor lain
yang menentukan konsumsi bahan bakar adalah beban dan penggerak (pendorong
kendaraan). Semakin berat beban yang harus diangkut, konsumsinya juga akan
semakin besar. Yang dimaksud penggerak di antaranya: kopling, bearing (roda),
kopel (propeler shaft), as roda, dan roda.
Bila
komponen-komponen ini aus atau rusak, akan menyebabkan hilangnya tenaga yang
dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil mejalu. Sementara, konsumsi bahan
bakarnya tetap besar. Terkait dengan roda, penggunaan ban dan velg besar, termasuk juga faktor
yang mempengaruhi konsumsi BBM.
Berikut, tips
lain yang patut diperhatikan:
1.Panaskan mesin secukupnya, 30-45
detik sudah lebih dari cukup.
2.Dari keadaan stop, tekan gas dengan
halus, maksimal ¼ pedal.
3.Maintain RPM rendah dengan
memindahkan ke gigi yang lebih tinggi.
4.Manfaatkan laju kendaraan dan tekan
gas lebih sedikit.
5.Maintain kecepatan yang stabil.
Gunakan cruise control bila memungkinkan.
6.Saat meluncur atau menurun, persneling jangan diposisikan pada neutral.
Efek engine
brake terbukti lebih menghemat BBM daripada stasioner.
7.70-90 km/jam adalah kecepatan yang
paling ekonomis untuk di jalan tol. Kurang atau lebih
dari ini akan mengurangi
efisiensi per kilometer yang Anda tempuh.
8.Gunakan A/C seperlunya. Matikan A/C
beberapa menit sebelum Anda sampai tujuan.
9.Pada waktu macet, Anda dapat
menghemat BBM dengan mematikan mesin apabila
berhenti lebih dari 2 menit.
10.Ketika jalanan macet, saat ke luar kota, sebaiknya berhenti dulu. Berganti
aktivitas lain
seperti istirahat, makan, ke kamar kecil, atau mengisi BBM
hingga kemacetan terurai.
11.Tutup jendela waktu mobil berjalan
dan hemat BBM 10%, jendela yang terbuka akan
memperbesar tahanan angin.
12.Isi BBM pada pagi atau malam hari.
BBM akan lebih padat pada suhu yang lebih sejuk dan
meteran di pom bensin hanya
menghitung volume, bukan kepadatan BBM.
13.Hindari pengisian hingga luber dan
pastikan tutup bensin hingga rapat.
14.Hindari memainkan gas yang tidak
perlu.
15.Gunakan jalan yang lebih halus, jalan
kasar yang banyak kerikil membutuhkan BBM 30%
lebih boros.
16.Jaga tekanan ban yang maksimal
sesuai ketentuan mobil Anda dan hemat BBM sampai
dengan 15%.
17.Perawatan dan tune-up rutin akan
menjaga mobil yang ekonomis. Spark plug yang sudah
jelek dapat memboroskan BBM
sebanyak 30%.
18.Keluarkan barang berat yang tidak
perlu dari mobil Anda. Mobil lebih ringan akan hemat
BBM.
19.Carilah rute / jalan alternatif yang tidak macet, agak jauh sedikit asal
lancar tetap lebih
irit.
20.Bersihkan saringan udara (bisa dilakukan sendiri) per 2.500 km atau
tergantung kondisi.
21.Saat meluncur atau menurun, persneling jangan diposisikan pada neutral.
Efek engine
brake terbukti lebih menghemat BBM daripada stasioner.
22.Minta bengkel melakukan setting timing yang tepat sesuai dengan jenis bahan
bakar yang
dipakai. Titik pengapian terlalu maju atau mundur mengakibatkan
boros BBM.
23.Mengemudilah dengan smooth. Kurangi frekwensi pengereman. Saat menghadapi
lampu
merah tidak perlu menggeber gas, biarkan mobil meluncur kerena harus
berhenti. Kurangi
frekwensi nggeber gas lalu mengerem. Tindakan ini merupakan
langkah pembuangan
energi yang sia-sia.
24.Tekanan ban di angka 32-34 psi
(sedikit diatas rekomendasi pabrik).